jump to navigation

Un-Conventional Marketing 18 July, 2007

Posted by AMRI - Knowledge Entrepreneur in : mba , trackback

Oleh : Amri Knowledge Entrepreneur

Ketika persaingan hidup semakin ketat dan energi kita akan habis kalau mengahadapi persaingan secara terus menerus, maka diperlukan daya ungkit untuk menjemput rizki dengan cara yang tidak biasa namun tetap halal. Salah satu caranya adalah menggunakan “Un-Conventional Marketing”, yaitu sebuah cara memasarkan produk untuk menjemput rizki halal dengan cara yang berbeda.

Unconvensional Marketing

Beberapa contoh sederhana

Pertama, saya punya teman berjualan pulsa hp elektronik dengan cara berbeda dibanding pedagang-pedagang lainnya. Kalau pedagang lain berjualan pulsa isi ulang elektronik dengan cara membuka konter di tempat tertentu dan ada juga yang jualan sambil kuliah namun juga masih konfensional, namun teman saya ini berjualan dengan cara “Un-Conventional Marketing”, caranya adalah membuka counter berjalan. Teman saya ini selalu bepergian dan silaturahmi dengan memakai kaos, baju atau jaket yang ada tulisan “Terima Pulsa Isi Ulang Berjalan”. Alhamdulillah hasilnya, keren habis.

Kedua, mungkin temen-temen pernah nonton TV yang menginformasikan masalah bisnis salon berjalan. Kalau salon-salon lain membuka tempat salon dengan segala biaya dan perawatannya, wanita ini punya cara lain, membuka salon berjalan. Caranya adalah, setiap hari berkeliling ke berbagai tempat sambil membawa gunting dan beberapa peralatan salon. Kemudian dari pintu ke pintu beliau silaturahmi dan menawarkan jasa pemotongan rambut, pijat dan aktivitas pendukung positif lainnya. Alhamdulillah hasilnya keren habis.

Ketiga, ada juga seorang temen sering naik bus, kereta dan pesawat, tujuannya bukan untuk pergi ke suatu tempat, beliau bepergian itu hanya untuk mencari kenalan diperjalanan. Orang konvensional pasti akan mengatakan aktivitas itu tidak berguna dan membuang waktu sekaligus uang. Sebab bepergian bukan untuk mencapai tujuan tempat, namun tujuan menambah relasi apa saja. Setelah saya tanyakan, apakah pengeluaran dana untuk naik bus, kereta, dan pesawat bisa tercaver, sambil senyum dia mengatakan “Alhamdulillah, sangat tercaver, dan bahkan berlebih”.

Keempat, ini pengalaman pribadi lho …… tapi tidak terlalu bagus, sekedar untuk berbagi pengalaman saja. Selama ini kami berkantor di “Virtual Office”, yaitu kantornya dimana-mana istilah kerennya adalah “Maya”. Beberapa temen bisnis, bisa berjumpa dimana saja asal waktunya cocok. Sesekali waktu di Bandara, di Statiun, dan bahkan sering diperjalanan. Contoh sederhana liburan sekolah anak-anak, banyak eksikutif yang berlibur di Bandung. Ini kesempatan menjalin silaturahmi dan peluang bisnis. Maka program yang dibuat adalah “The Spiritual Cycling”, yaitu program bersepeda menikmati indahnya Bandung sambil ngobrol pencerahan yang tidak membebani pikiran. Silaturahmi dapat dan insyaAllah uang juga dapat he..he..he… tentunya juga sehat. Alhamdulillah hasilnya keren habis.

Hidup ini “Un-Conventional”, oleh karena itu kita harus saling mencerahkan agar bisa menghadapi hidup dengan cara “Un-Conventional” termasuk juga cara bersahabat dengan rizki. Sebab rizki sudah disediakan oleh Allah swt, kita tinggal memungutnya. Kalau hidup ini “Un-Conventional”, kemudian kita hadapi dengan “Conventional”, maka energi kita akan kelelahan untuk bersahabat dengan kehidupan.

Berani menghadapi tantangan “Un-Conventional marketing”!!! Atau kita setiap hari tetap “Conventional” yang akhirnya tidak bisa mengikuti perkembangan zaman. Dampaknya akan menyalahkan keadaan. Bagaimana pendapat sahabat ???

Comments»

1. BayuWhy | 2:06 pm 26 July, 2007
using Internet Explorer Internet Explorer 6.0 on Windows Windows XP

P Amri, kalau Spiritual Cycling lagi ikutan dong… pengen banyak belajar nih, terutama un-conventional marketingnya… saya bertahun-tahun kerja di Syaamil ngga ada perubahan nasib, sudah cukup lah saya membuang umur di tempat itu… sekarang waktunya bagi saya untuk bangkit…

2. AMRI-Ahli Mengeles (Alasan) Republik Indonesia | 6:51 am 27 July, 2007
using Opera Opera 9.10 on Windows Windows XP

Mari kita sama-sama menghadapi hidup yang tak terduga ini, dengan pendekatan yang tidak terduga juga, berani hadapi tantangan prestasi tak terduga? he..he..he..