Un-Conventional Programme 26 July, 2007
Posted by AMRI - Knowledge Entrepreneur in : business, mba , trackbackOleh : Amri Knowledge Entrepreneur
Sekitar 10 rumah dari tempat tinggal keluarga kami di Bandung, ada pesta luar biasa meriahnya. Tapi yang mengagumkan kami bukan meriahnya saja, sebab hampir setiap pesta, khususnya untuk bangsa kita yang rasa sosialnya, alhamdulillah masih sangat bagus. Setiap pesta, pasti meriah sekali.
Kemeriahan yang dibuat, biayanya tidak jauh berbeda dengan kemeriahan pesta tempat lain, tapi pesta ini penuh keunikan. Sebenarnya, pesta ini dibuat untuk merayakan khitanan cucunya dan sekaligus diadakan khitanan masal sekitar lima puluh orang.
Adapun “Un-Conventinal Programme” yang dibuatnya adalah;
Pertama, keluarga ini membuat acara hiburan atraksi sepeda BMX, dan ini jarang terjadi, acara khitanan, tapi atraksi sepedahan. Kedua, ada acara saweran, persis seperti acara pernikahan, hanya saja, sawerannya bukan berbentuk uang, tapi gulungan kertas dan didalamnya ada tulisan hadiah. Ketika ada salah satu warga yang ikut dan mendapatkan kertas, kemudian dibuka, hasilnya keren habis, disitu tertulis “Kambing”. Saat itu pula, warga dengan gembira dan mengangkat kambing, kemudian dibawa pulang. Tentunya banyak acara-acara unik lainnya, misalnya Wayang dengan dalang Asep Sunarya, Hiburan keliling kampung, sebagaian naik kuda dan lain sebagainya.
Begitu juga, ada seorang teman sedang mengadakan acara pernikahan, karena menyewa gedung harganya sangatlah mahal, maka sahabat saya ini bekerja sama dengan perhutani, kemudian membuat tempat pernikahan dari bambu. Setiap tamu undangan, khususnya temen-temen dekatnya, diharuskan datang sesuai dengan hobinya. Kebetulan, keluarga ini hobinya banyak. Maka ada tamu rombongan khusus datang dengan naik sepeda. Ada juga yang pakai atribut terjung payung dengan beberapa perlengkapannya. Ada yang datang pakai kostum golf. Ada juga yang datang pakai baju petualangan, khususnya panjat tebing. Suasana pernikahan ini sangat unik. Setelah pernikahan selesai, sampai sekarang rumah bambu itu, dimanfaatkan oleh pemuda sekitar untuk berjualan. Kebetulan, daerah itu, tempatnya sekitar Cikole Lembang Bandung. Sekarang juga dipakai tempat istirahat perlombaan sepeda down hill, MTB-Moutain Bike, BMX dan lain sebagainya.
Ada juga salah satu perguruan tinggi, kalau mengadakan acara wisuda, semua peserta wisuda, diangkut dengan kendaraan berat yaitu Tracktor, bahkan setelah acara selesai, para peserta wisuda diarak keliling kota dengan menggunakan kendaraan besar. Asyik sekali, meriah namun tetap terjaga biaya murahnya.
Secara pribadi, saya jadi terinspirasi untuk mengadakan acara UMROH, dengan membawa sepeda MTB-Mountain Bike, jadi nanti di Makkah bisa keliling ke Arofah, Mina, Gua Hiro, Masjid Jin. Begitu juga, ketika ke Madinah, bisa keliling ke pasar Kurma, Laut Merah dan beberapa tempat bersejarah lainnya. Sambil mempromosikan sepeda ke warga Arab, agar sehat tidak terkena kolestrol karena makanannya banyak daging. Begitu juga, bagi temen-temen yang sering khobah Jumat, alangkah kerennya kalau menggunakan Infocus dan setiap jamaah bisa mendapatkan materinya.
Hidup ini sangatlah berfariatif, maka sayang sekali kalau kita sampai saat ini hidupnya sangat monoton dan membosankan. Bukankah hidup monoton akan melumpuhkan saraf-saraf kecerdasan kita.
Berani hadapi tantangan untuk “Un-Conventional Programme?” Atau kita tidak pernah berbuat banyak secara produktif sampai kita meninggal. Bagaimana pendapat sahabat???


Comments»
woo I thinks this a great idea Mr Amri, extraordinary idea. But does the hajj comitte of Saudi Arabia will give u a permit to bring ur bicycle ? hahahhaa mereka akan ngira Mas Amri mo jualan sepeda
But I absolutelly agree and support ur idea. siiip dah.
Yes, I will jualan sepeda sambil dakwah. Sebab hasil pengamatan kami di sana terlalu banyak perut-perut gendut dan itu tidak baik untuk kesehatan.
Pingin punya terobosanbaru yaitu membuat produk baru dan pasar baru, yeach … seperti marketing dengan pendekatan gerilya. Bukankah indonesia merdeka dengan gerilya he..he..he..
dasar Mas Amri…..dari dulu emang suka yang aneh aneh tapi rasional dan produktif hehe…
pesta kadang diartikan berbeda oleh segelintir orang, untuk meriahnya sebuah pesta mereka rela utang kesan kemari bahkan ke rentinir sekalipun. abis pesta maka abis pulalah segalanya.
seperti yang dialami oleh orang tua sahabat di bogor yang terpaksa menjual rumahnya demi kemeriahan pesta pernikahan sahabatku tadi
Wah Subahanalloh Ide-nya Mas Amri Ini ….
Mengenai Jumatan Itu, sangat tertarik sekali…..
Tp Apa Boleh ya Jumatan Pake In Focus (LCD) and Pake Laptop…
takutnya d anggap sesat lagi mas (Bid’ah)…
Sukses terus buat Mas Amri
Allohuakbar !!!
He….he…he…… insyaAllah nggak bid,ah, kecuali ahli fiqihnya zaman purba yang sangat kolot dengan perkembangan zaman
salam alaikum.
programnya menarik banget mas,
relevan dan signifikan
asal tidak mengurangi kekhusyuan ibadahnya saja (saya sedikit tertarik perihal jumatan pake infocus)
Relevan dan signifikan he..he…
Dik ….. roisz ayak-ayak wae he..he…..
Semoga, berdakwah semakin canggih yang tidak mengurangi kekhusyuan semua pihak.
Maksiat saja dikemas canggih, masak … dakwah analog khan nggak keren.
aq pengen gabung sama team sepeda gunung bandung, tp aq gk tau nama2 team sepeda gunung bandung dan d mana tempat nongkrongnya..!aq mohon infonya ya????
kasih infonya ke sini ya :
fauzyfay@yahoo.co.id
Mas. Fauzy …
Kalau hari Sabtu, gabung saja ke GSM, kumpulnya di Gasibu jam 07.30 WIB, kalau hari Minggu ngunpulnya di MDonald Simpang dago. Selamat bergabung
ass
kreatif dan inovatif dalam berdakwah
membuat jamaah lebih cerdas
apalagi jum’atan sekarang…banyak yang tidurnya
ketimbang yang memahami isi khutbah apalagi yang mengamalkannya paling 0,000..% he..he…
selalu sukses Mas Amri
Wasalam
Om Zaky tea
Saya kalau khutbah jumat pakai Infocus, terus juga bawa Pistul Air, kalau ada jamaah yang ngantuk mau saya tembak pakai pistul air biar tidak ngantuk he…