Janggut Financial 30 August, 2007
Posted by AMRI - Knowledge Entrepreneur in : mba , trackbackOleh : Amri Knowledge Entrepreneur
Tadi pagi jam 06.30 WIB, saya ngantar anak ke sekolah dan dilanjutkan mengecek pembangunan tempat berteduh dengan anak saya yang belum sekolah.
Ketika sampai ditempat tujuan, saya berdiskusi dengan para tukang dan laden, salah satu inti diskusi adalah pemberhentian sementara pembangunan. Sehingga, para tukang yang sebagaian besar rumahnya diluar kota harus pulang kampung dan belum ada kepastian kapan kembali lagi, sebab keuangan sudah sangat menipis.
Sebenarnya, secara pribadi, tidak tega juga pekerjaan ini harus berhenti, bukan masalah pekerjaan menjadi tertunda-tunda selesainya, namun para tukang dan laden juga harus menghidupi keluarganya. Apalagi, sebentar lagi puasa dan lebaran.
Setelah diskusi cukup lama, dan memikirkan bagaimana solusinya agar para tukang dan laden tetap bekerja, serta saya sendiri tidak mengalami kesulitan keuangan, ada salah satu tukang yang masih sangat muda dengan pendidikan SD, berkomentar sangat cerdas. Beliau mengatakan:”Pak. Amri, uang itu seperti Janggut, kalau dia dipotong atau dicukur, maka akan tumbuh lagi”.
Omongan polos, seorang tukang berpendidikan SD, tapi lulus Universitas Kehidupan, sangat menggetarkan hati. Akhirnya, saya katakan ke semua yang bekerja, Insya Allah pembangunan akan dilanjutkan, minimal sampai lebaran, agar sama-sama diuntungkan.
Secara pribadi hati ini sangat senang, sebab punya sahabat tukang, berpendidikan SD yang lulus Universitas Kehidupan. Apalagi, melihat wajah-wajah ceria ketika mendengar keputusan pekerjaan akan dilanjutkan.
Ketika pulang ke rumah pukul 08.30 WIB, sungguh kejadian sangat luar biasa, yaitu mendapat tawaran pekerjaan yang Insya Allah bisa untuk melanjutkan pembangunan sampai lebaran dan bahkan lebih.
Janggut Financial memang dasyat sekali, ketika dipotong, rambutpun akan tumbuh, dan bahkan ketika dipotong, tumbuhnya lebih cepat bila dibanding janggut yang tidak pernah dipotong-potong.
Berani menghadapi tantangan membeli pisau cukur untuk memotong janggut agar tumbuh subur !!!! Itulah, janggut financial, yaitu buat program apa saja agar keuangan kita mengalir ke banyak orang, maka Insya Allah keuangan kita akan semakin lebat. Bagaimana pendapat Anda???


Comments»
Om amri, tulisannya keren euy.
Doakan saya, semakin tercerahkan yeach
analoginya begini mas, umpamanya kita sudah berusaha semampu kita untuk mencukur Janggut, akan tetapi pisau cukurnya tumpul alhasil terjadi kegagalan. Apa yang harus saya lakukan mas? apakah membeli pisau baru atau mengasah pisau yang ada? Maklum mas kocek saya ini kocek Mahasiswa.
Setuju banget Pak.. Jenggot (bukan janggut lho Pak, kalo janggut yg dipotong ya serem, berdarah2…) makin sering dicukur, makin subur tumbuhnya. Ilmu ‘Cukur Jenggot’ ini sudah sering kami praktekkan dan hasilnya luar biasa…Allah memang tidak pernah lupa pada janjiNya…Subhanallah!!!
Apa kabar Noval, ayo sepedahan lagi, pengharuhi temen-temen biar sepedahan dan sehat
Apa kabar mas. Andy Yusuf
Pisunya bisa beli yang baru atau mengasah yang sudah ada.
Dalam “Janggut Financial”, pencukurnya sangat sederhana, yaitu keiinginan dalam hati yang dipratekkan dalam karya nyata. Yaitu, ingin diri ini tertanam untuk menjadi jalan rizki bagi banyak orang, agar rizki kita berkelimpahan
Assalamualaikum wr. wb.
Apa kabar mbak Heni, salam untuk Mas. Teguh, dalam salam untuk ibu. Berapa tahun lagi di Riyard? Semoga mencukur jenggotnya semakin sering, biar semakin lebat rizkinya. Kapan pulang ke Indonesia
Mas Amri, artikelnya memberikan saya inspirasi, bahwa rezeki, jodoh, akan datang jika kita membantu orang lain dengan ikhlas. Mas bagaimana melejitkan potensi diri agar lebih banyak lagi rezeki-rezeki lain yang belum didapat?
Apa kabar Mas. Andri
Kelihatannya. dengan banyak berbagi, kran rizki akan terbuka lebar. Bukankah rizki itu tak terduga. Karena rizki tak terduga, maka kita harus melakukan sesuatu yang tak terduga. Maksudnya adalah menghadapi hidup dengan tidak hanya perhitungan untung rugi. Sebab hidup ini selalu untung, yaitu membuka energi hidup agar selalu bermanfaat. He…he..he.. jadi malu …kayak ngerti saja. Tapi, minimal kita saling mendoakan.
Subhanallah ide sang tukang mencerahkan saya juga, mas.
Pelihara janggut dulu ah…:D wealah ngaco lagi……
Apa kabar sahabat Indra, mari kita beli alat pencukur janggut atau jenggot, biar kita berkelimhan rizki, dan hidup dikejar rizki dan bukan mengejar rizki. Salam untuk TIM IT-nya, salam juga untuk P. Budi Rahardjo
Assalamualaikum.Wr.Wb.Saya adalah salah satu sahabat mq.alhamdulillah lewat cyber mq saya membaca tulisan mas amri.mudah2an inspirasi dari mas mnjadi jalan kebaikan bagi kita semua.amin.
Emang benar kalo sering dipotong pasti akan cepet tumbuh lagi..Tapi kalo dipotongnya bukan untuk hal-hal dijalan Allah apakah akan tetap tumbuh dengan subur???
Bisa jadi, walaupun dipotongnya bukan dijalan Allah, tetap bisa tumbuh subur, kalau dalam bahasa spiritual, namanya istijrot, yaitu diberi kemudahan oleh Allah swt, namun sifatnya hanya semakin dijerumuskan.
Mungkin itu satu ungkapan bagi yg punya jenggot tapi bagi mereka yang g’ punya jenggot gimana,ya!! alias bagi saudara2 yg sejak lahir ditakdirkan tidak berduit,seperti Pak Tukang,Kuli Batu,dll mereka bukan orang yang berjenggot tapi pemangkas jenggot dan berharap agar jenggot trus tumbuh setelah dipangkas sehingga mereka bisa tetap bekerja.
Jenggot bersedia tumbuh karena yang punya jenggot rela dipangkas jenggotnya ataukah karena si Tukang pangkas rela mencukur jenggot ataukah pula hanya skenario penumbuh jenggot sehingga sistem itu bisa berjalan?
Alhamdulillah sahabat Nurcholis …… pada dasarnya setiap orang punya “Jenggot” …. hanya bentuk jenggotnya saja yang berbeda.
Bagi para tukang, jenggotnya adalah ketrampilannya membangun rumah, semakin trampil, jenggotnya semakin lebat dalam bentuk keberlimpahan rizki.
Contoh sederhana, saya punya tetangga “tukang”, yang sampai sekarang, orang antri, untuk meminta tolong beliau memperbaiki rumahnya. Secara jujur termasuk saya, sampai sekarang ingin memasang batu penghias yang unik, belumkebagian waktunya. Selamat memangkas jenggot, semoga semakin lebat.
wah..menarik sekali …ruaarrrrr biasa.
bulan ramadhan bulan mencukur jengot kita. Yang baik mudah-mudahan semakin lebat. yang buruk…mending dicabutin aja, soalnya kalo dicabut biasanya nggak jadi lagi ….
hidup jenggot…btw jagi inget waktu masih bujangan, saya punya gelar BUGHOT…bukan dalam arti pemberontak tapi BUJANG BERJENGGOT..
SALUTT MAS AMRI
Apa kabar sahabat Agus,
Sudah dicukur habis belum jenggotnya?
Semoga semakin lebat and lancar …
Jenggot…jenggot…jenggot…..