jump to navigation

Tuhan khok dipaksa 29 November, 2007

Posted by AMRI - Knowledge Entrepreneur in : mba , 13 comments

 Oleh : Amri Knowledge Entrepreneur

Doa hati kotor adalah “Tuhan ….seandainya dia memang jodohku, maka dekatkanlah dia padaku. Seandainya dia bukan jodohku, maka dekatkanlah aku padanya. Dan seandainya dia memang bukan jodohku, maka jauhkanlah jodohnya.

Kita memang sering tidak sopan kepada Tuhan, salah satu bentuk ketidaksopanan kita kepada-Nya adalah selalu memaksa Tuhan untuk mengikuti keinginan kita. Contoh sangat sederhana adalah doa diatas tadi. Memaksa Tuhan untuk mengikuti keinginan kita, terutama doa yang terakhir “Dan seandainya dia memang bukan jodohku, maka jauhkanlah jodohnya”. Kasus-kasus pemaksaan kepada Tuhan tentunya sangat banyak dan secara tidak sadar kita sering melakukannya.

(more…)

Yang Penting Kopinya 23 November, 2007

Posted by AMRI - Knowledge Entrepreneur in : mba , 14 comments

kopi 

Beberapa bulan terakhir ini, kami dikontrak beberapa perusahaan untuk membahas “The Spiritual SMART Management. Yaitu SMART Manajemen dengan pendekatan spiritual. Salah satu diskusi yang sangat hangat adalah masalah efesiensi keuangan dengan cara menghapus lembur. Pihak karyawan protes keras dan bahkan sudah mulai terjadi ketegangan-ketegangan kecil yang tidak menutup kemungkinan seperti api dalam sekam. Pihak perusahaan, tetep dengan keputusannya, bahwa lembur ditiadakan, dan pekerjaan dipadatkan, dengan harapan profit akan menjadi penuh lonjakan.

Akhirnya, pihak perusahaan dan pihak karyawan sama-sama tidak nyaman, akhirnya ada gejala-gejala stress. Salah satu ciri sederhananya adalah, tingkat pergi ke kamar kecil semakin hari semakin padat. Padahal selama ini, sangat jarang terjadi, kamar kecil di perusahaan sampai antri. Kejadian ini, mengingatkan saya akan kisah yang sangat menarik berikut ini.

(more…)

Zikir menyembuhkan kankerku 15 November, 2007

Posted by AMRI - Knowledge Entrepreneur in : mba , 6 comments

Pagi ini, setelah shalat subuh di Masjid bersama istri yang sudah lama sangat setia menemani suaminya dengan segala jatuh bangun dalam mengahadapi kehidupan ini,. Seperti biasa, berusaha secara rutin pulang kerumah dan langsung membukan internet untuk mencari berita dan membuka beberapa email masuk.

Entah berapa ratus email masuk, termasuk juga email-email penganggu dan tidak diundang, misalnya email virus dan lain sebagainya. Namun diantara email yang masuk itu, ada email dari sahabat yang sudah 10 tahun tidak pernah berjumpa. Beliau bertempat tinggal bersama keluarganya di AS.

(more…)

Bertebaran Pencerahan 8 November, 2007

Posted by AMRI - Knowledge Entrepreneur in : mba , 10 comments

Sahabatku, engkau sangat mencerahkan kehidupanku, engkau tidak pernah menampakkan, kesulitanmu kepada semua orang dan engkau juga tidak meminta belas kasihan. Walaupun, engkau juga tidak menolak pemberian orang lain, demi pengobatan itu.

Tadi pagi, seperti biasa, agar badan tidak pegal-pegal, melakukan perjalanan menghirup udara segar, ditemani sepeda. Sebab anak-anak sudah berangkat sekolah dan istri sedang sibuk dengan aktivitas kesehariannya. Pukul 06.30 WIB, sepeda sudah siap untuk dikayuh menuju Lembang Bandung, dengan aneka tanjakan beraspal, tanah dan singgel track. Selama perjalanan itu, kami menjumpai banyak bertebaran pencerahan.

(more…)

Makanya, sembunyikan sikap miskinmu itu 1 November, 2007

Posted by AMRI - Knowledge Entrepreneur in : mba , 8 comments

Oleh : Amri Knowledge Entrepreneur

Ada nasehat spiritual yang sangat luar biasa adalah kita dilarang menampakkan kemiskinan kita. Maksudnya adalah, walaupun kita miskin, jangan sampai secara sengaja ditampakkan agar orang lain muncul belas kasihan. Atau, kita selalu mendiskusikan kemiskinan kita, sehingga banyak orang yang tahu, agar mendapat belas kasihan.

Waktu saya masih SD kelas lima, ada tetangga kalau main kerumah atau di sawah ketika mau menanam padi, tetangga ini selalu saja mendiskusikan tentang kekurangannya. Kadang mengeluhkan, ayamnya banyak yang mati kena hama. Padinya yang gagal panen karena banyak tikus menghancurkannya dan aneka keluhan yang tiada habis-habisnya. Bahkan ketika kami bertemu lagi 20 tahun kemudian, sikap menampakkan jiwa kemiskinannya tetap saja tidak berubah. Akhirnya, kemiskinan yang tidak disembunyikan itu, menyebabkan dirinya miskin betulan.

(more…)