jump to navigation

Alasanologi 21 February, 2008

Posted by AMRI - Knowledge Entrepreneur in : business, mba , trackback

bersepeda-sekeluarga-17-februari-2008-1.jpg

Alasanologi adalah sebuah penyakit yang menggerogoti peluang produktivitas kehidupan kita. Prilaku orang-orang yang kena penyakit alasanologi adalah berkecenderungan untuk membuat aneka alasan yang seakan-akan rasional, padahal sebenarnya tidak rasional, hanya seakan-akan rasional saja.

Seorang dosen sudah enam tahun mengajar disalah satu perguruan tinggi, saya tanya:”Sudah ngambil S-2 atau S-3 belum?”, dengan analisa SWOT-nya yang begitu lancar dengan data-data sangat teliti, beliau menjawab yang intinya tidak mungkin mengambil S-2 dan S-3. Padahal, kalau mau jujur secara hati nurani, bukan tidak mungkin untuk mengambil S-2 atau S-3. Beliau, hanya terjebak oleh virus alasanologi yang dibuatnya sendiri.

Sering saya bertanya kepada temen-temen yang dari lahir sampai usia 30 tahun, tidak pernah pergi kemana-mana kecuali hanya didaerahnya sendiri, ada yang di desanya sendiri, kecamatannya sendiri, kabupatennya sendiri, propinsinya sendiri, bahkan negaranya sendiri. Sebagaian besar, kita semua tidak pergi kemana-mana, bukan tidak ada uang dan kesempatan. Namun, penyakit alasanologi, telah menggerogoti jembatan untuk pergi, diluar daerah diri kita lahir.

Ada seorang sahabat yang sudah saya kenal lebih dari 3 tahun, setiap saya kerumah atau berjumpa di jalan, keluahannya adalah tidak punya uang. Bahkan usianya sudah hampir tiga puluh tahun, tetap saja belum berpenghasilan. Ketika saya Tanya mengapa tidak bekerja, jawabannya sangat khas dan detil banget, yaitu :”Sulit cari kerja”. Padahal setiap detik kehidupan, selalu saja banyak pekerjaan. Memang tidak semua pekerjaan akan menghasilkan uang secara langsung, namun mencabut rumput dihalaman rumah agar tampak bersih, juga merupakan pekerjaan. Salah satu hasilnya adalah “keringat” yang sangat menyehatkan. Sahabat saya ini, selalu tidak punya penghasilan dan uang, disebabkan kena penyakit flu alasanologi.

Sebuah keluarga, selalu mengeluh karena penghasilannya sangat kurang untuk pendidikan anak-anak, dan makan gizi keluarganya. Setelah saya amati, sebenarnya bukan uangnya yang kurang sehingga tidak bisa membiayai anak-anaknya sekolah dan makan gizi keluarganya. Namun, dirinya terserang virus alasanologi. Setelah dilihat kerumah, beberapa meter tanah dihalaman rumah belakang samping dan depan, kalau mau menanam banyam, cabe, terong, dan aneka sayuran lain, keluarganya akan sering berkesempatan makan gizi dan dana keuangan untuk membeli makanan gizi, bisa ditransfer untuk keperluan biaya sekolah anak-anaknya.

Memang penyakit alasanologi, sering menggerogoti kehidupan kita, seperti gaya penyakit AID, bahkan lebih sulit diketahui daripada penyakit AID, sebab penyakit AID baru ketahuan penyakitnya sekitar 10-15 tahun berikutnya. Kecuali kalau sengaja tes darah.

Penyakit alasanologi, sering terasa dampaknya setelah menempuh waktu lebih dari tiga puluh tahun dan bahkan lebih. Juga tidak jarang diantara kita, sampai meninggalpun belum sadar bahwa diri kita banyak terjangkit penyakit-penyakit alasanologi.

Berani hadapi tantangan untuk segera deteksi dini terhadap penyakit alasanologi !!! Atau seumur hidup tanpa karya nyata yang berarti bagi kehidupan. Bagaimana pendapat Anda???

Comments»

1. wawan | 12:55 pm 21 February, 2008
using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.1 on Windows Windows XP

Asslkm..

Waduh dik NAZWA gmn kbre??udah gede skrg ya..

Alasanologi apakah terkadang perlu juga diperlukan untuk hal-hal yang kurang memberi manfaat bagi kehidupan kita??

Bagaimana mengatasi alasanologi dalam hal-hal yg positif??

2. AMRI-Knowledge Entrepreneur | 2:06 pm 21 February, 2008
using Opera Opera 9.10 on Windows Windows XP

Hallo om Wawan … minggu kemarin Nazwa sekeluarga, 6 orang, semuanya bersepeda. Ayo ke Bandung, kita sepedahan bareng. Main ke Tangkuban Parahu

3. cici_silent | 9:05 am 22 February, 2008
using Internet Explorer Internet Explorer 6.0 on Windows Windows XP

Yup! Kita seringkali termakan oleh alasan-alasan yang kita buat-buat sendiri. Orang bijak berkata, “Hindari alasan, karena sebagian besar alasan adalah fiktif belaka”.

4. AMRI-Knowledge Entrepreneur | 10:01 am 22 February, 2008
using Opera Opera 9.10 on Windows Windows XP

Apa kabar Cici, semoga semakin bersemangat, memang betul 1000 % (seribu persen) alasan adalah fifitif belaka he..he..

5. Bagus | 8:40 pm 23 February, 2008
using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.12 on Windows Windows XP

ibarat mengobati racun dengan racun tapi bukan seperti jeruk makan jeruk. Alasanologi bisa disembuhkan dengan alasanologi juga :D…kalau sudah jadi dosen tp beralasan tidak mungkin ambil S2-S3 perlu diimbangi dengan alasan kenapa perlu ambil S2-S3 misal
1. Biar bisa minta kenaikan gaji
2. Bisa minta kenaikan jabatan
3. Punya pengalaman hidup di luar negeri dengan segala suka dukanya
4. Bisa melihat Indonesia dari luar (byk yg lebih mencintai Indonesia setelah berada di luar)
5. Bisa bercerita ke teman2
6. Punya kemampuan adaptasi lebih baik sehingga kalau ada perubahan atau benturan bisa lebih tahan
7. Bisa punya peluang bekerja di sana
8. Mempunyai peluang kehidupan yang lebih layak
9. Kemampuan berbahasa asing terasah
10.Bisa beliin saudara2 & teman2 oleh2
11.Bisa internetan murah & cepat
12.Memahami kebudayaan/cara hidup bangsa lain
13.Menikmati fasilitas masyarakat yg berkualitas dg harga murah
14.Kalau ke Eropa bisa nonton bola langsung di stadion
15. Silahkan ditambah sendiri sehingga jumlah alasanologi positif dikurangi jumlah alasonologi negatif >1 :D

6. AMRI-Knowledge Entrepreneur | 10:50 pm 23 February, 2008
using Opera Opera 9.10 on Windows Windows XP

Apa kabar Mas. Bagus
Semoga alasanologi kita, adalah alasanologi positif yang produktif
Salam kenal yeach

7. sakra | 9:40 pm 24 February, 2008
using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.12 on Windows Windows XP

betul pak amri sering di kampus ketika masuk kuliah ada teman yang terlambat masuk kuliah penyakit alasanologinya kambuh bikin alasan itulah inilah dan ujung2nya bangun kesiangan :) hehehe
tapi memang penyakit alasan itu secara tidak langsung timbul dengan sendirinya tanpa kita sadari.

8. AMRI-Knowledge Entrepreneur | 5:21 am 25 February, 2008
using Opera Opera 9.10 on Windows Windows XP

Halo om Sakra …..
Alasanologi sering timbul dalam diri kita.
Ada yang dibasmi
Namun kebanyakan diantara kita, alasanologinya dipupuk subur, sampai beranak cucu, jadilah sitem alasanologi semakin besar..besar…besar .. dan besar

9. indra kh | 7:39 pm 28 February, 2008
using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.12 on Windows Windows XP

Alasan katanya memperjelas kesalahan, mas :) Tapi terkadang ada beberapa hal yang membutuhkan alasan juga, ya. Hehe, ini malah bikin alasan jadinya :)

10. AMRI-Knowledge Entrepreneur | 11:39 am 3 March, 2008
using Opera Opera 9.10 on Windows Windows XP

Apa kabar om Indra kh, pokoknya marilah kita bikin alasan yang top markotop he..he..

11. zaky tea | 10:47 pm 11 May, 2008
using Opera Opera 9.27 on Windows Windows Vista

yang penting kita musnahkan ALASANOLOGI
kita biasakan berani menerima tantangan
dengan analisa SWOT matang
dijamin sembuh he..he..

12. AMRI-Knowledge Entrepreneur | 5:49 am 12 May, 2008
using Opera Opera 9.10 on Windows Windows XP

Apa kabara
TApi kita juga tidak boleh terlalu banyak analisa SWOT
Nanti bisa SEWOT he..he..

13. risahmawati | 5:58 pm 14 May, 2008
using Internet Explorer Internet Explorer 7.0 on Windows Windows Vista

assalamualaikum mas amri..
udah lama ga silaturahmi niy (hampir 6 tahun), maaf ya,
alasanologinya banyak :-)
alhamdulillah sekarng silaturahimnya bisa lebih mudah
lagi nyoba menyembuhkan alasanologi dengan alasanologi lagi,
tidak sempat jadi menyempatkan!!!
melelahkan jadi menyenangkan,
sulit jadi menarik…

14. AMRI-Knowledge Entrepreneur | 8:35 pm 14 May, 2008
using Opera Opera 9.10 on Windows Windows XP

Apa kabar Risahmawati
Sekarang tempat tinggal dimana?
Sudah lama kita tidak saling silaturahmi
Salam untuk keluarga