jump to navigation

Sembarangan 6 March, 2008

Posted by AMRI - Knowledge Entrepreneur in : Sepedahan, mba , trackback

sembarangan.jpg

Salah satu oleh-oleh yang saya dapatkan ketika bersepeda di Pulau Bali bergabung dengan komunitas H-4 mulai tanggal 28 Februari sampai 2 Maret 2008, adalah tulisan yang sangat mencerahkan di daerah Kintamani, sebelum kami melakukan aktifitas bersepeda all mountain tanggal 1 Maret 2008 start dari Kintamani, persawahan yang terkenal pembagian airnya sangat adil secara turun temurun, taman rekreasi gajah dan berakhir di daerah Ubud.

Tulisan pencerahan itu berbunyi:”Kalau bukan orang sembarangan, bila kencing janganlah sembarangan”. Tulisan sederhana penuh pencerahan ini, bisa dikembangkan menjadi banyak kalimat pencerahan lainnya, misalnya:

Kalau bukan pesepeda downhill sembarangan, bila sedang melaksanakan downhill jangan sembarangan. Masak sepeda sudah bagus-bagus, ketika meliwati gundukan tanah yang harusnya dilompati, eh .. malah turun atau meliwati sampingnya. Itu bukan downhill namanya he..he.. tapi tuntunhill he..he…

Kalau bukan mahasiswa sembarangan, bila kuliah jangan sembarangan. Harus punya rasa malu, orang tua dikampung harus menjual kambing, sapi dan sebagian sawahnya, masak sebagai anak di kota hanya gaya, tapi nggak lulus-lulus, apalagi Indek Prestasinya asal-asalan, malu dong.

Kalau bukan suami sembarangan, bila punya istri jangan diperlakukan sembarangan. Harus punya tanggungjawab terhadap istri dan anak-anak. Melindungi istri dan anak-anak. Menjadi contoh terhadap istri juga anak-anak. Jangan menikah, malah membebani istri dan mertua, harus ditanamkan rasa malu disektor itu. Apalagi istrinya sudah sangat baik dengan segala kekurangannya, sebagai suami malah selingkuh dengan sekertaris dan bawahannya.

Kalau bukan istri sembarangan, bila punya suami jangan diperlakukan sembarangan. Harus punya sopan terhadap suami. Menjaga harta suami. Menjaga martabat suami. Jangan mentang-mentang punya penghasilan sendiri, menjadi susah menerima masukkan dari suami. Apalagi suaminya sudah sangat baik dengan segala kekurangannya, sebagai istri malah selingkuh dengan teman kerjanya.

Kalau bukan direktur sembarangan, bila punya karyawan jangan diperlakukan sembarangan. Sehebat apapun kita sebagai direktur, kalau tidak punya karyawan, perusahaan tidak akan jalan. Jangan sering marah-marah kepada bawahan, apalagi sampai mengatakan ”Dasar karyawan bodoh”. Sebagai direktur harus sadar, yang namanya karyawan pasti bodoh, kalau lebih pandai dari direktur, berarti direkturnya yang harus jadi karyawan.

Kalau bukan karyawan sembarangan, bila bergabung pada perusahaan, jangan memperlakukan perusahaan, atasan dan pemilik perusahaan dengan cara sembarangan. Sebagai karyawan harus punya malu kalau selama ini, menerima gaji halal namun halal kadar rendah. Halal kadar rendah adalah gaji yang diterima lebih besar dibanding produktivitasnya. Kalau memang tidak cocok di perusahaan itu, ada dua solusi. Pertama segeralah keluar dan kedua nikmati saja ketidakcocokan itu.

Kalau bukan orang sukses sembarangan, bila sukses janganlah sembarangan. Buatlah buku, seminar, buka konsultasi kiat-kiat sukses, banyak sedekah. Dengan banyak melakukan itu, nanti akan semakin banyak orang-orang sukses, yang terinspirasi oleh kesuksesan orang yang tidak sembarangan itu.

Kalau bukan orang gagal sembarangan, bila gagal janganlah sembarangan. Buatlah buku, misalnya terinspirasi dari buku ”Dare to fell” karangan Be Lim, yang inti dasarnya adalah menceriterakan kegagalan hidupnya dan kemudian bangkit dari kegagalan. Dengan demikian, nantinya semakin banyak orang yang gagal dan gagal terus, sehingga tumbuh kesuksesan-kesuksesan yang terus menerus juga.

Jangan sembarangan … jangan sembarangan … dan jangan sembarangan, agar kita tidak menjadi orang sembarangan.

Sudah ah … berhenti disini dulu tulisannya, takut nanti menjadi tulisan sembarangan. Silahkan pembaca melanjutkan sendiri, semoga kita tidak menjadi orang sembarangan.

Berani menghadapi hidup tidak sembarangan, agar hasilnya juga tidak sembarangan !!! Bagaimana pendapat Anda ???.

Comments»

1. edhie | 10:11 am 6 March, 2008
using Opera Opera 8.50 on Windows Windows XP

kalau main sepeda jangan SEMBARANGAN, kalau SEMBARANGAN nanti nyasar…. he he he he..
Kalau bikin artikel jangan SEMBARANGAN, kalau SEMBARANGAN yang baca juga orang SEMBARANGAN…
Hebat euy artikelnya TOP MARKOTOP

2. AMRI-Knowledge Entrepreneur | 10:57 am 6 March, 2008
using Opera Opera 9.10 on Windows Windows XP

Halo..om Edhi …komentarnya memang tidak sembarangan, sebab yang nulis komentar bukan orang sembarangan. Termasuk yang dikomentari juga bukan orang sembarangan he..he.. sesekali memuji diri he..

3. AMRI-Knowledge Entrepreneur | 11:02 am 6 March, 2008
using Opera Opera 9.10 on Windows Windows XP

Wah, pak Ustadz makin jauh aja nih bersepedah… Lg memperluas zona genjot, yah ? ..
Sembarangan VS Tawakal

Syukron
Aris G

INI KOMENTAR YANG MASUK MELALUI EMAIL DARI PAK. ARIS

4. AMRI-Knowledge Entrepreneur | 11:03 am 6 March, 2008
using Opera Opera 9.10 on Windows Windows XP

Iya pak. Aris, pingin memperluas Zona genjot, zona silaturahmi dan zona rizki he..he.. doakan yeach

5. AMRI-Knowledge Entrepreneur | 11:04 am 6 March, 2008
using Opera Opera 9.10 on Windows Windows XP

INI KOMENTAR MELALUI EMAIL DARI PAK. IMAM CILEGON

Jadi maksudnya kalau kencing sembarangan maka dia termasuk orang sembarangan… he.. he…. Bikin pengumuman sembarangan aja.

Gimana acara di Bali pak Ustad? kayaknya pak ustad semangat sekali, paling depan terus difotonya…

6. AMRI-Knowledge Entrepreneur | 11:17 am 6 March, 2008
using Opera Opera 9.10 on Windows Windows XP

KARENA BANYAK YANG BERTANYA MELALUI EMAIL TENTANG JADWAL BERSEPEDA DI BALI, maka rincian secara garis besar sebagai berikut (1) Tanggal 29 Maret pagi, jumlah rombongan sekitar 30 orang, keliling kota bersepeda dengan Wakapolda Bali pindahan dari Kapolres Malang beliau juga suka dowhn hill (2) Tanggal 29 Siang sampai sore, jumlah rombongan 22 orang, dohn hill di Bedugul, karena sepeda saya Giant Etc Hartel, saya pakai sepeda P. Andreas yang orang asal Jerman, beliau agen Sepeda Banshee di Bali yang sepedanya sedang diangkat itu, sedangkan aktivitas bersepeda lainnya saya pakai Giant Etc Hartel, kemudian pulang ke penginapan; (3) Tanggal 1 Maret dari pagi sampai sore, jumlah rombongan 16 orang ditambah 1 pemandu, all mountain dari Kitamani, Tempat rekreasi Gajah, dan Finish di Ubud kemudian Pulang ke penginapan ; (4) Tanggal 1 Maret 2008 malam hari makan bersama di Jimbaran, jumlah rombongan sekitar 25 orang, sebab ada yang bawa istri dan anak-anaknya (5) Tanggal 2 Maret 2008 kami berempat keliling Kute sampai jam 10.00 WIT kemudian pulang ke penginapan; (6) Tanggal 2 Maret pukul 10.30 WIT, saya sendirian keliling Kute dan Pantai untuk mengambil gambar dan belanja oleh-oleh. Secara pribadi kami sangat berterima kasih kepada panitia H-4 yang mengizinkan untuk bergabung khusus bersepeda di Bali.

7. Wawan | 12:55 pm 6 March, 2008
using Opera Opera 9.20 on Windows Windows XP

Asslkm..

Mau donk oleh2 nya..!!

Emang kalo jadi mahasiswa jangan sembarangan, biar nanti tidak menjadi lulusan sembarangan…betul begitu kan???

8. AMRI-Knowledge Entrepreneur | 1:10 pm 6 March, 2008
using Opera Opera 9.10 on Windows Windows XP

Om Wawan .. kalau mau oleh-oleh, silahkan ke Bandung
Kalau jadi mahasiswa sembarangan, setelah di WISUDA, jadilah WISUDA-nya dibaca lama Wiiiiiiiiiiiissssssssssss Uuudddaaaaaahhhhh setelah selesai ya sudah … nganggur dan jadi beban banyak orang

9. Bagus | 8:52 am 8 March, 2008
using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.12 on Windows Windows XP

Menarik sekali melihat aktivitas utama Pak Amri ini. Sebelumnya saya pikir orang2 dengan “kegilaan” menjadikan hobi sebagai aktivitas utama hanya bisa hidup di negara2 Barat karena selain sudah tertata baik masyarakatnyapun memiliki apresiasi yang lebih. Ternyata sekarang di Indonesia juga ada orang yang berani & bisa hidup dengan hobinya. Dibagi2 dong ilmunya gmn caranya bisa seperti itu biar duplikat orang yang hidup dari hobi seperti Bapak bisa bertambah banyak.

10. AMRI-Knowledge Entrepreneur | 6:41 pm 8 March, 2008
using Opera Opera 9.10 on Windows Windows XP

He..he..he.. apa kabar om bagus ….
Saya tadi pagi, bersepeda dengan Pak. Slamet, seorang kurir di kepolisian Bekasi yg pernah ikut program bersepeda ke Bali yang dibuka oleh President kita.
Saya salut dengan beliau, penampilannya sederhana, tapi nyalinya luar biasa, beliau kemarin bersepeda dari Jakarta Bandung, dan hari ini kembali ke Jakarta melalui Jalan cagak Subang.
Tadi saya bersepeda ketemu di Simpang Dago, Warung Bandrek, Maribaya, dan berpisah di Lembang atas, perjalanan menuju Cikole. Kami melanjutkan ke tempat dowhn hill, lihat temen-temen BAM dan Tim Pak. Candra. Pulang lewat dekat Sukawana. Senang sekali hari ini, Sabtu 8 Maret 2008

11. Jojo | 11:09 am 11 March, 2008
using Internet Explorer Internet Explorer 7.0 on Windows Windows XP

Jadi orang penting itu BAIK tapi jauh lebih penting jadi orang BAIK. Jadi Orang “Jangan Sembarangan” itu baik, jauh lebih baik menjadi “Bukan Sembarang Orang“. Jadi ya….saya sendiri ngomentari “Bukan Sembarang Orang” tentunya bukan suatu hal yang mudah. Ya, karena yang nulis komentar ini orangnya masih sembarangan dalam ngasih komentar. Masih belajar berkomentar dan menulis, biar jadi “Bukan Sembarang Orang” kaya Mas Amri hehehe…. Salut pisan euy! ama Mas Amri.

Saya jadi ingat pesan orang tua kalo hendak berbuat sesuatu pasti beliau ngasih wejangan yang intinya “Jangan Sembarangan“. Maksudnya tidak boleh tidak biar kita selaku anak biar bisa jadi “Bukan Sembarang Orang“. Kalimat yang diucapkan orang tua kita ketika mau bepergian seperti “hati-hati di jalan ya nak!“, berarti kita di jalan tidak boleh sembarangan. Mungkin pesan istri Mas Amri ketika Mas Amri mau bepergian bisa juga seperti itu juga, agar selalu hati-hati. Yang akhirnya jadi terngiang untuk selalu tidak sembarangan dimana pun. Yang akhirnya menjadikan efek “Bukan sembarang orang” karena dengan pesan-pesan yang kita ingat tersebut.

Dan apapun yang akan kita kerjakan kita pun menyadari untuk selalu memulai dengan niat yang baik, disertai doa dan usaha yang maksimal dsn menjadikan sholat dan sabar sebagai penolong. Dan akhirnya menimbulkan efek positif yang lainnya hanya dari kata “Jangan Sembarangan” yang maksudnya kurang lebih sama dengan “hati-hati“. Maaf Mas ini komentarnya sembarangan aja hehehe…..Semoga Mas Amri sekeluarga tetap sehat wal afiat dilimpahkan rejeki yang banyak dan halal, berkah serta bermanfaat.

12. AMRI-Knowledge Entrepreneur | 3:48 pm 11 March, 2008
using Opera Opera 9.10 on Windows Windows XP

Memang om Jojo, kalau komentar “Bukan sembarangan”, sebab orang termasuk orang “Bukan sembarangan” he..he.. ayo sepedahan bareng

13. Anto | 9:10 pm 12 March, 2008
using Internet Explorer Internet Explorer 6.0 on Windows Windows XP

Assalamu’alaikum kang,
Kalo sepedahan pake sepeda sembarangan bisa gak kang???
He. he, salam kenal

14. AMRI-Knowledge Entrepreneur | 9:25 pm 12 March, 2008
using Opera Opera 9.10 on Windows Windows XP

Sangat bisa, bersepeda, pakai sepeda sembarangan, cuma sampai ketujuannya juga sembarangan.

Persis seperti, orang naik motor dengan helm seadanya, karena memang kepalanya, isinya juga seadanya ha..ha…

15. Prast | 1:18 pm 24 April, 2008
using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.6 on Windows Windows XP

Kalo baca artikel ini jadi teringat (bukan judgement lho..) negeri kita ini ya. Sepertinya kok makin banyak orang sembarangan. Sembarangan berlalulintas, sembarangan ngomong, sembarangan janji, sembarangan sidang/rapat, sembarangan nuduh, sembarangan apa lagi ya….apa sekarang kita lagi hidup di negeri republik sembarangan kang? hehehe.. Semoga pertolongan Allah makin dekat, Amin.

16. AMRI-Knowledge Entrepreneur | 2:07 pm 24 April, 2008
using Opera Opera 9.10 on Windows Windows XP

Om prast ….
Kalau bangsa kita ini, selalu sembarangan, termasuk diri kita yang juga sembarang.
Takut nanti Tuhan, memposisikan kita sebagai makhluk sembarangan dan di akherat, disimpan sembarangan he..he..

17. agus al muhajir | 5:34 am 9 May, 2008
using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.14 on Windows Windows Server 2003

kalau bukan orang sembarangan, dilarang baca web ini sembarangan….he he he …siiiip mas….setujuuuu…..

18. AMRI-Knowledge Entrepreneur | 6:29 am 9 May, 2008
using Opera Opera 9.10 on Windows Windows XP

Hooorrreeeee om Agus ……
Harga-harga boleh naik, tapi tensi tidak boleh naik.
Sebab kalau tensi naik, tekanan darah tinggi yang menguras rizki he..