Tuhan menghendaki kita kaya 30 April, 2008
Posted by AMRI - Knowledge Entrepreneur in : business, mba , trackback(Bagian pertama)
Mari kita simak kisah ilustrasi seorang TUKANG BAKSO yang hanya tamatan SD, tapi lulus “The life University” sehingga mampu “Belajar dari jalan kehidupan” yang berdampak positif terhadap pencapaian “financial freedom” setelah bekerja hanya lebih kurang 5 tahun saja, dengan “passive income” Rp. 9 juta/bulan !!!
Gerobak Bakso ke-1 :
Seorang tukang bakso memiliki gerobak bakso dengan penghasilan bersih Rp. 60,000/hari (bekerja dari pagi hingga larut malam). Biaya hidupnya sekitar Rp. 30,000/hari. Lalu ia berjuang utk konsisten menabung Rp. 30,000/hari. Dalam tempo 400 hari, ia mampu membeli gerobak bakso kedua yang harganya Rp. 12 juta/unit.
Gerobak Bakso Ke-2 :
Ia sewakan gerobak bakso keduanya dengan tarif Rp. 30,000/hari.
Sementara ia tetap jualan bakso pertamanya. Sekarang ia bisa menabung Rp. 60,000/hari. Dalam tempo 200 hari, ia mampu membeli gerobak bakso ketiga.
Gerobak Bakso Ke-3 :
Ia sewakan gerobak bakso ketiganya, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 90,000/hari. Dalam tempo 134 hari, ia membeli gerobak bakso ke-4.
Gerobak Bakso Ke-4 :
Ia sewakan gerobak bakso keempatnya, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 120,000/hari. Dalam tempo 100 hari, ia membeli gerobak bakso ke-5
Gerobak Bakso Ke-5 :
Ia sewakan gerobak bakso kelimanya, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 150,000/hari. Dalam tempo 80 hari, ia membeli gerobak bakso-6
Gerobak Bakso Ke-6 :
Ia sewakan gerobak bakso keenamnya, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 180,000/hari. Dalam tempo 67 hari, ia membeli gerobak bakso ke-7
Gerobak Bakso Ke-7 :
Ia sewakan gerobak bakso ketujuhnya, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 210,000/hari. Dalam tempo 57 hari, ia membeli gerobak bakso ke-8
Gerobak Bakso Ke-8 :
Ia sewakan gerobak bakso kedelapannya, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 240,000/hari. Dalam tempo 50 hari, ia membeli gerobak bakso ke-9
Gerobak Bakso Ke-9 :
Ia sewakan gerobak baksok tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 270,000/hari. Dalam tempo 45 hari, ia membeli gerobak bakso ke 10
Gerobak Bakso Ke-10 :
Ia sewakan gerobak bakso kesepuluhnya, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 300,000/hari. Dalam tempo 40 hari, ia membeli gerobak bakso lagi.
Setelah gerobak bakso ke-10, ia berhenti jualan bakso. Ia sewakan gerobak bakso pertamanya ke orang lain. Ia lalu menggaji seorang “mandor bakso” untuk mengurusi ke-10 gerobak baksonya. IA PENSIUN. Kini ia menikmati penghasilan Rp. 300,000/hari, atau Rp. 9 juta/bulan (sebelum potong gaji sang mandor bakso). Jika ditotal semua usahanya tsb hanya dicapai dalam tempo 3,2 tahun saja.
Tentu saja ini cuma sebuah ilustrasi, dengan menarik garis lurus dari sebuah bisnis. Katakanlah dalam tempo lima sampai sepuluh tahun (bukan 3,2 tahun seperti dalam ilustrasi), sang PENJUAL BAKSO mampu mencapainya. Ini LOGIS, dan bisa terjadi.
Berapa banyak TUKANG BAKSO di dunia yang seperti itu ? Mungkin 1 banding 10 juta. Tetapi ADA khan !!!
Berapa banyak TUKANG BAKSO di dunia yang menjadi tukang bakso seumur hidupnya dan terus hidup susah ? Banyaaaaaaaaakkkkkkk sekaliiiiiiiiii ………
Kalau kita mau jujur pada diri sendiri, banyak diantara kita tamatan S1, S2, dan S3 atau apapun lulusannya, namun tidak lulus ”The Life University”, sehingga tidak mampu “Belajar dari jalan kehidupan”. Sehingga, masih harus bergelut dengan kesibukan mencari nafkah setiap hari. Bahkan, banyak diantara kita puluhan tahun bekerja di perusahan dan setelah pensiun, tetap saja bergelut mencari nafkah, dan tetap masih kekurangan. Kemudian bandingkan dengan ”TUKANG BAKSO” yang hanya tamanatan SD, namun lulus ”The Life University”, kontras sekali bukan. Semoga bisa jadi renungan kita bersama.
INGAT LHO, TUHAN MENGHENDAKI KITA KAYA, WALAUPUN KAYA TIDAK HARUS UANG.
Berani hadapi tantangan menjadi “financial freedom”, agar kita semakin bermanfaat bagi banyak orang !!! Atau lebih memilih bergelut dengan kesibukan yang tidak produktif, sampai jumlah anak saja lupa he..he… ???


Comments»
subhannalah…jenius
Apa kabar om Asep …
Salam kenal yeach …..
Semoga hidup kita tidak habis untuk mengejar duit, sampai lupa silaturahmi dan lupa jumlah anak he..he..
Hidup harus dikejar rizki
KOMENTAR DARI SAHABAT DI US
radio8008 wrote on Apr 29
Seorang anak perempuan mengadu kepada ibunya bahwa hasil test mathematikanya jelek terus teman2nya memboikot tidak mau bicara dgn nya. Sang anak begitu depresi dan menanyakan kenapa semua ini terjadi kepada dirinya.Sang ibu dgn kasih sayangnya memeluk anaknya dan sambil menanyakan kamu mau makan kue ? sang anak menjawab ibu thau saya suka makan kue. Sang ibu kemudian mengajak anaknya membuat kue sekarang sambil memegang anaknya ke dapur
Ketika sang ibu mempersiapkan peralatan dan bahan2 untuk membuat kue, sang anak duduk di kursi berhadapan dgn ibunya. Sang ibu menawarkan kamu mau makan ini telur ? si anak dgn terperanjat menjawab tidak lah Ibu. Bagaimana dgn tepung terigu ini ? kamu mau makan tidak, anaknya makin bingung aja. bagaimana dgn ini mentega ? si anak makin bingung dan terperanjat.
Sang ibu mulai menjelaskan semuanya yg tadi ditawarkan itu mentah dan memang rasanya tidak akan enak. Tapi kalau semuanya di campurkan dan dimasak akan menjadi kue yg enak.
Allah swt juga memberikan semuanya sama spt ini kepada manusia dgn segala macam cobaan2nya. Tapi Allah swt tidak akan meninggalkan manusia begitu saja. Apalagi kalau hamba2nya meminta dgn berdoa dan berusaha serta bisa memmbaca segala sesuatu disekitarnya. Makannya ayat pertama yg diturun kan IQRA !
Allah swt membuat matahari terbit tiap hari, kalau mau mengadu, Allah swt ada setiap saat bisa menerima mu. Setiap musim semi bunga2 pun di kirimnya ke hamba2 NYA. Setelah musim kemarau akan datang musim hujan.
Begitulah kehidupan di dunia ini. Semuanya mentah tapi kalau di campurkan bisa menjadi kue yg enak sekali. Anda punya S1, S2, S3 atau apapun kalau tidak bisa membaca sekeliling anda dan tidak mau berusaha untuk me “racik”nya, tidak mungkin akan mendapatkan kue yg enak.
Assalamualaikum Pak Amri…
Subhanallah..
Memang “Pentium 10 Core Duo”… He he he..
SangaT Inspiratif…
Jazakumullah…
Apa kabar om Farid …
Masih betah nich hidup di negeri orang ….. he..he…
Kalau saya hidup di negeri mana saja, wong … bumi Allah itu sangat luas he..he…
satu kata “HEBAT”
Om sakra, apa kabar ….
Semoga kita bisa berguru kepada tukang bakso …
Fantastic..!!
Apa kabar om Wawan, ayo … siapa mau mengikuti jejak tukang baso ini. Ada tiga tipe masalah bakso (1) Penjual bakso (2) Pembeli bakso dan (3) Ketabrak tukang bakso, sebab hidup ngelamun terus he..he..
assalamu’alaikum kang amri….
jadi kepengen banget nich…jadi tukang bakso…!! hehe…!
semoga menjadi inspirasi bagi kita utk menjadi kaya dan masuk syurga…amin…..!
jazakallah….
Halo om Azzam …
Jangan-jangan om Azzam ini tokoh di novel “Ketika cinta bertasbih” yang kuliah di Mesir, dan jualan tempe serta bakso. Akhirnya pulang ke Indonesia, nikah sama putri cantiknya KH. Lutfi yang bernama Anna Althafunnisa he..he… akhirnya kaya dari jualan Bakso.
As you said on your presentation last week @ ummi maktum, I’ll be d next insya ALLAH
briliant!
Apa kabar Zaky tea …..
Mari berguru sama tukang bakso ,,,,,
Bakso … bakso … bakso …
alhamdulilah baik mas Amri
siap komandan!
Siap saja tidak cukup ….
Hariap siap dan grak ….
Kayak baris berbaris kalay hanya siap saja nggak akan pergi kemana-mana ha..ha…. ayo grak ….
Alhamdulillah….
sebenernya cita-cita pengen jadi tukang bakso yang jago IT juga nih Om Amri. sekarang sedang bergerak utk menjadi jago IT dulu.
mudah2an sambil belajar IT bisa dapat inspirasi utk Jadi Tukang Bakso juga…
Best Regards,
Luthfi Akbar
Om Luthfi …..
Kalau begitu, dibuat saja Bakso IT, misalnya Pentholnya seperti Mouse, Matherboard, Hardist dll.
Tapi tadi malam, saya diskusi sama saudara, mau meningkatkan BAKSO IT, yaitu makan bakso sambil gratis internet. Keren khan.
InsyaAllah satu minggu lagi sudah goal lho
Assalamu’alaikum
Mas/Kang Amri (saya bingung mau manggil apa)
Saya baru pertama kali mengunjungi blognya Mas/Kang Amri. Sekalian aja saya memperkenalkan diri ya.
Saya Rachmat berasal dari kampung nun jauh di sana-Sukabumi (sebenernya gak jauh2 amat seeh, cuman 100KM dari Bandung, Hehehe…). Cita-cita pengen nerusin S2. Hehehe lagih.
UKM VS PERBANKAN
Menanggapi tulisan di atas, saya mempunyai langganan tukang baso yang suka lewat di depan rumah saya. Jam terbangnya sudah sekitar 20 tahunan, yang saya perhatikan adalah dari dulu sampai sekarang masih jualan seorang diri. Untuk mengikuti konsep Kang/Mas Amri sepertinya harus ada bimbingan.
Saya pikir perbankan sangat berpeluang mengambil porsi ini, artinya perbankan tidak hanya sekadar menyalurkan dananya saja, namun ada baiknya memberikan bimbingan manajemen kepada mereka. Tukang baso/pengusaha UKM kita bukan orang yang malas, bayangkan saja semenjak subuh mereka harus bersiap-siap menjajakan jualannya.
Saya yakin dengan adanya bimbingan dari para ahli akan menjadikan mereka pengusaha-pengusaha yang berontribusi positif kepada ummat. Setidaknya mereka mempunyai modal kerja keras, tinggal kerja cerdasnya. Hmm..
Ada sedikit masukan neeh buat para sahabat, gimana ya kalau bikin paguyuban ato semacamnya yg khusus membina para UKM seperti tukang baso di atas. Imbalannya semangkok baso. Hahaha…maaf becanda.
Wassalamu’alaikum Wr Wb
Apa kabar Om DS. Rahmat …
Kemarin tanggal 22 Mei 2008 jam 17.53.02 saya mendapat sms dari Makasar bunyinya:”KABAR GEMBIRA INTERNET GRATIS SEPUASNYA DG FASILITAS WIFI/HOTSPOT DI BAKSO QOLBU, CUKUP DG MEMBELI PAKET BAKSO NET HANYA RP. 10.000,-, SEDIA SEWA LAPTOP DAN LISTRIK”.
Ini salah satu teknis keren habis, dan baksonya memang laku
Untung saya dipanggil Om, coba kalo tante, wah gawat!.
Memang ide-ide semacam itu bukan hanya milik perusahaan besar saja. Kita bisa menyesuaikan dengan kondisi sebuah bisnis. Betul kan Om.
Ternyata bangsa kita cerdas juga ya, atau memang sudah sedari dulu, ah jangan2 saya aja yg jarang keliling nusantara yang luasnya minta ampyuuun itu. Pengennya seeh liat-liat nusantaranya pake pesawat yg mungil itu looh yg cuman muat buat dua org aja. Ada yg mo ngikkut? kok jadi ngomongin pesawat.
Waah…brilian tuh idenya Om Amri..
Dulu saya sempet bikin bussiness plan bareng temen-temen kuliah yang idenya mirip seperti itu. tapi sayangnya hanya dilakukan untuk memenuhi tugas kuliah saja.
Mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi buat saya. Alhamdulillah,,terima kasih atas pencerahannya
Cheers
Luthfi
Hooorreeee om lutfi … semoga hidup kita tidak hanya pada level tugas kuliah ….. biar tidak hanya nilai “A” pada SKS, tapi juga dalam kehidupan harus bernilai “A” he..he..
Ada yang tahu tempat bikin/jual grobak.
japri
Om Norman … jelas banyak dong …… mau jadi juragan bakso nich …. selamat yeach, biar nanti sepeti saudara saya, namanya baksonet … yaitu makan bakso sambil internet he..he..he..
Subhanallah…
sungguh ajibnya,,,ajibnya,,,ajibnya,,,ajibnya,,,
Saya mau buat BakDoh,,, Bakso Jodoh… makan Bakso sambil nyari Jodoh (bcanda…)
stuju Pa Mas kaya tidak harus uang…
tapi bermanfaat buat yang lain…
Wass…
Dasyat-nya Sang Penjual Bakso …
Apalagi rasanya enak juga,trus bagi dong baksonya.
Memang di dunia ini,kalo kita fokus akan sesuatu, apakah itu pekerjaan atau bisnis kita niscaya kelak kita pasti akan jadi ahlinya.Tapi klo ibarat petinju,kita sudah di kelas berat,ngak mungkin kita juga mau mengambil juara di kelas ringan.So jadilah Orang Nomor 1 di kelas kita.Ok Mas,hidup untuk Hidup.Thank (cak_cholis)
Om Tino …
Kita sedang merintis BAKNET, makan bakso sambil ngenet …
Ketika ngenet diharapkan akan ketemu jodoh he..he..
Apa kabar cak colis ….
Ayo ketemuan di Bandung … atau kalau tidak sempat waktu, bagaimana kalau ketemuan di Makkah saja hee..he… amin
Kabar baik Mas…
Boleh juga Mas klo ketemuan,mungkin di Bandung saja kali ya Mas ketemuannya.
Mas,boleh minta alamatnya Pak Akas (pemilik peternakan kambing gaul ) yang pernah Mas ceritakan.kebetulan istri saya aslinya dari kediri ,Jawa Timur.Mungkin klo saya pas berkunjung ke keluarga disana,saya bisa mampir ke Pak Akas sambil menimba ilmu dengan beliau.Thank ya Mas atas informasinya nanti.
Apa kabar cak Cholis ….. ayo bersepeda
Coba kirim email ke saya, nanti saya balas alamat Pak. Akas
salut buat tukang bakso seperti itu..
jadi kepikiran buat jadi pengusaha bakso dan ntar dikasih nama BakDohNet..ngeBakso sambil nyari joDoh dan ngeNet hehehehe……
maksih mas atas ceritanya..jadi sumber inspirasi..
Untuk hidup lebih hidup
wass
Ayo … om You-see ….
Segera direalisasikan Badohnetnya, biar banyak membantu orang menikmati bakso, ketemu jodoh, dan sekaligus punya jaringan internasional dengan ngenetnya he..he..
Salam Hidup untuk Hidup Mas …..
Mas, aku udah email ke Mas Amri untuk minta alamatnya Pak Akas (peternak kambing gaul) yang di daerah lereng Gunung Kelud.Thank ya Mas atas email balasannya nanti.
Aku tunggu loh Mas ….
akhirnya beliau beli gerobak yang kesepuluh, untuk jualan mie ayam karena dia lupa dulu cuma jualan bakso doang…. yah hidup banyak sekali memberi pelajaran yang tidak didapatkan dengan mudah, tapi gak cuma didapatkan mudah2an diamalkan
Cah-cholis … alamat akan dikasih, ketika mau silaturahmi ke Bandung he..he.. ngancam yeach
Om Dichy … dan akhirnya dia jualan bakso juga pakai mobil keliling Makkah dan Madinah ….
Mas …. insyaallah aku akan silaturahim ke bandung, sekalian mlaku-mlaku neng lembang.Sukses Mas
Saya terkesan dengan cerita gerobak baso-nya mas Amri, salut dengan tekad dan kemauannya, semoga saya diberi kekuatan sebesar itu…Amin
Ass. Kang Amri
Saya salut dan mengucapkan Hebat Buat Inspirasinya, moga tekad saya dan kemauan saya juga kesuksesannya seperti tukang baso…amin
Haloooo hijrah saifudin, salam kenal dan selamat terinspirasi …..
Assalamualaikum.
Saya senang sekali dengan adanya blog ini. Benar2 mencerahkan
Apa kabar Om Agus 16 ….
Salam kenal dan semoga kita dimudahkan dalam menghadapi hidup yeach
Benar2 SMART…. salam kenal mas AMRI..
Salam kenal kembali om rudy …
hanya bagi mereka yang ingin berhasil saja mengganggap bahwa ujian merupakan pembelajaran untuk sukses semntara orang yang tidak berfikir akan mengganggap ujian hanyalah suatu kesusahan tanpa ada jalan keluar…
Tukang bakso benar2 menginspirasi ku untuk berhasil di dunia maupun akhirat…amin
Apa kabar Laili hayat ,,,,,,
Selemat berjuang yeach, semoga berhasil ……..
Kapan target kayanya ha..ha..
ma kasih bos amri…!!!!! setelah membaca kisah sang tukang bakso.saya jadi termotifikasi utk maju.amin..
Berapa banyak TUKANG BAKSO di dunia yang seperti itu ? Mungkin 1
banding 10 juta. Tetapi ADA khan !!!
Berapa banyak TUKANG BAKSO di dunia yang menjadi tukang bakso
seumur hidupnya dan terus hidup susah ? Banyaaaaaaaaakkkkkkk
kalo dikampung saya kebanyakan pada jual bakso/mie hidupnya lbih mapan dri pada kampung sebelah yg kenbanyakan pns… ada yg menjual bakso dgn 5karyawan pendapatan bersih 50jt/blan