Buta mata 11 September, 2008
Posted by AMRI - Knowledge Entrepreneur in : mba , trackbackBeberapa hari ini, saya berjumpa dengan beberapa temen-temen yang kemampuan melihatnya sangat terbatas, bahkan sebagian besar tidak bisa melihat, buta total. Mereka ini, sedang mengikuti kegiatan pesantren tuna netra. Bahkan ada dua orang yang datang dari luar kota untuk mengikuti kegiatan ramadhan, juga dalam keadaan tuna netra.
Ketika berbicara tentang temen-temen kita yang tuna netra, saya menjadi teringat beberapa kegiatan sekitar tahun 1998. Kami dan temen-temen mengadakan pertandingan sepak bola tuna netra. Sebagian orang mengatakan, saya tidak punya hati nurani “Tuna netra khok, disuruh main sepak bola”. Komentar ini muncul, ketika mereka melihat pertandingan sepak bola ini. Misalnya ketika mereka melihat para tuna netra menendang-nendang bola dan tidak kena terus, padahal bola berada 3 Cm dari kaki, atau ketika melihat mereka lari ke timur, padahal bola sudah menuju ke barat dan aktifitas yang dianggap kurang manusiawi lainnya.
Namun, ada juga beberapa orang yang sangat mendukung dengan aktifitas yang kami buat, yaitu pertandingan sepak bola tuna netra. Mereka sangat mendukung, disebabkan mereka paham betul manfaat dari pertandingan sepak bola tuna netra. Salah satu manfaat pertandingan tuna netra adalah mereka semakin berani dalam melangkah, sehingga aktifitas “OM-Orientasi Mobilitas” semakin sangat bagus.
Kembali kemasalah buta mata, bagi temen-temen kita yang tuna netra ini. Beliau ada yang mengalami gangguan penglihatan sejak lahir, tiga tahun, lima tahun, sepuluh tahun dan bahkan ada yang mulai terganggu penglihatannya usia 24 tahun. Bagi sahabat saya yang mulai terganggu penglihatannya 24 tahun ini, beliau sekarang sudah sarjana. Gangguan penglihatannya sangat berubah-ubah. Ketika ujian sidang, mengalami buta total, ketika wisuda bisa melihat normal, dan sekitar dua minggu setelah wisuda mengalami buta total sampai sekarang. Bahkan ada sahabat yang lain, tiga keluarganya yang laki-laki jarak pandangnya hanya sekitar 30 Cm, sedangkan saudara-saudaranya yang perempuan, semuanya sehat.
Ketika mengikuti kegiatan ramadhan “Pesantren Ramadhan”, tentunya banyak sahabat-sahabat kita yang normal, ingin juga mendapat pahala berlipat, dengan cara membantu mereka yang tuna netra untuk melakukan mobilitas dari satu tempat ke tempat yang lain. Namun, niat baik saja tidaklah cukup. Membantu mereka yang tuna netra, diperlukan keahlian khusus, misalnya cara memandu mobilitas itu. Beberapa temen-temen yang membantu memudahkan mobilitas justru malah menyulitkan bagi yang tuna netra, sebab cara memandunya tanpa ilmu. Tapi yang sangat menarik, justru mereka semakin akrab untuk saling memahami beberapa kebiasaan yang berbeda.
Kita harus punya iri positif kepada temen-temen kita yang tuna netra ini, sebab beliau-beliau betut-betul meluangkan waktu dari jauh-jauh untuk mensyukuri bulan ramadhan yang penuh berkah ini, dengan mengoptimalkan aktivitas ibadahnya. Bahkan beberapa temen dari luar kota datang berdua, yang satu jarak pandangnya hanya 30 Cm, itupun hanya mata sebelah kiri, yang kanan buta total dan temen satunya buta total dua-duanya. Alhamdulillah, dengan tekat yang kuat, mereka sampai juga ketempat tujuan yang bagi mereka berdua masih sangat asing situasinya.
Berani bercermin ke beberapa sahabat kita yang buta total dan sibuk memperbaiki diri agar tidak buta hati. Ayo … kita-kita yang tidak buta mata, jangan sampai Ramadhan ini tetap buta hati. Sudah dikasih kemudahan bulan penuh berkah, tapi kita tetap memilih hidup bermasalah. Bagaimana pendapat Anda???


Comments»
Perbaiki diri, dibulan yang suci, agar hati tidak mati
Kadang kita buta terhadap kesulitan teman… karena kurang peka. Akan tetapi ada yang pura-pura buta… ini yang ngak peduli teman.
Om Edhie, ada juga yang buta potensi diri, ini benar-benar tidak tahu diri he..he…
speechless mas. Malu. Masih sering lalai. Alhamdulillah temen-temen TC Bdg Utara menjadi salah satu “reminder” kami karena mengadakan ta’lim di mesjid Ummi Maktum setiap pekan pertama. Disana,,temen-temen dari wyata guna ikut serta. Dari mereka lah kami belajar, justru untuk bersyukur. Pun ketika puncak milad DT ke 18, temen-temen dari Ummi Maktum voice mampu menggugah dengan nasyidnya dan memberikan “wejangan” melalui canda pada kami yang tidak buta matanya. Belajar untuk bersyukur. Dan bersyukur itu bukan hanya mengucap hamdallah, tapi juga mempergunakannya sebaik-baiknya dan sesuai peruntukkan yang digariskan ALLAH SWT untuk kita. Terima kasih sudah mengingatkan kembali, Mas. Jazakallah.
Saudara-saudara kita sebagian ada yang keterbatasan dalam penglihatanya, tetapi dia tidak buta hati, selalu ada pencerahan, haus untuk menuntut ilmu, SUBHANALLOH……….., mampukah kita seperti mereka…..
membaca tulisan ini saya jadi teringat keponakan saya yang juga mempunyai kekurangan dalam penglihatan, memang sudah seharusnya kita punya iri positif pada sodara-sodara kita yang mempunyai kekurangan pada penglihatan bahwa dengan kekurangan dan keterbatasan yang mereka miliki kelebihan-kelebihan yang lain inilah bentuk bahwa Allah selalu adil kepada hambaNya…
muhasabahi diri sendiri sudahkan kita yang diberikan kesempurnaan oleh Allah ini telah banyak bersyukur pada Allah….
semoga Allah selalu memberikan hidayah kepada kita semua untuk selalu bersyukur atas apa yang telah kita peroleh di dunia ini…amin…
salam berjuta semangaaatt
Buta hati itu sesuatu yang amat mengerikan! Ketika orang yang buta mata ridho dengan takdirnya di balas oleh Alloh Swt. dengan Jannah, orang yang buta hatinya di dunia ini siap-siap untuk digiring ke Neraka.
Na’udzubillah min dzalik!
Saya salut sama mereka dan bercermin pada mereka, mudah-mudahan Ramadhan kali ini tidak sia-sia..
Hanya sebuah kalimat dahsyat..!! Subhanalloh…,kegiatan OM( Orientasi Medan ) yang dilaksanakan sangat akan membantu mereka yang mempunyai keterbatasan dalam melihat, sedikitnya membuat hati mereka merasa tidak hidup dalam kesendirian dalam kepekatan gelapnya dunia….,
Dalam bulan Ramadhan ini smoga banyak pihak yang merasa tersentuh hatinya,dan semakin peka dan peduli untuk berbuat untuk membantu sesama…amiiin!! sukses ya Pak Amri…!! Terima kasih photonya..!!!.
Apa kabar tante Esa ….. selamat menikmati hidup yeach
Halo om Agus Heri …. salam semangat haus hikmah, agar hidup kita tercerahkan
Halo om Sakra ……. apakah tetep semangat …
Om Agus ,,,,, memang betul om, buta hati sangatlah mengerikan
Om Wawan Pentil ….. harus semangat lagi membantu temen-temen yang buta mata namun tidak buta hati yeach. Sebab kalau nggak semangat membantu, nanti kita tergolong tidak buta mata tapi buta hati he..he…
KOMENTAR DARI MASAMRI.MULTIPLY.COM
nurussubhan wrote on Sep 11, edited on Sep 11
Subhanallah, org yg buta biasanya ingatannya kuat,mas. Matanya buta tapi hatinya hidup, kadang hatinya lebih hidup dari pada orang yg hidup .
saya mulai dari pake (os dan software) yg halal
Om Dani …. selamat mulai pakai yang halal yeach e..he..
Selamat om Dani, semoga sukses kehalalannya he..
Bismillah,
Belajar dari sekitar untuk menjadi lebih baik,
Amin.
Selamat menunaikan ibadah puasa.
Tulisan ini jadi mengingatkan pengalaman saya tahun 98 lalu ketika sempat jadi panitia, dan ikutan maen bola juga. Tim kami saat itu kalah, ternyata tak mudah. Malah salah seorang rekan saya bukan nendang bola tapi nendang teman sendiri
Pelajaran yang melekat hingga saat ini adalah teknik orientasi medan (dulu namanya itu), dan sejumlah cara untuk memandu mereka.
Saya sempat bikin denah dari camp ke kamar mandi untuk memudahkan panduan. Pusing juga harus menghitung berapa langkah, ke arah mana, sebelah kiri dan kanan apa, dll.
waah,.ketinggalan baca nich…, jadi malu, kurang bersyukur dengan apa yang diberikan oleh Allah SWT. Terima kasih pencerahannya mas.
Halo … om Ilham …. mari sama-sama belajar menjadi yang lebih baik …
Halo .. om Indra KH, hidup ini memang luar biasa peluang pencerahannya yeach
Apa kabar Tante Erry ….. selamat menikmati hidup dan kehidupan …
“Perbaiki diri, dibulan yang suci, agar hati tidak mati”
Wah Om Amri nyindir saya neeh!
He he he ….
Gak apa-apa deng, mendingan kesindir terus segera memperbaiki diri, daripada diam seribu bahasa ampe tua.
pelajaran yang sangat berharga.
buka diri untuk segala kebaikan.
met idul fitri,
mohon maaf lahir batin!
Apa kabar DS Rahmat … semoga kita semua berubah
Om Angger … selamat lebaran yeach ….
wah satu lagi artikel yang menginpirasi, makasih banyak pak Amri
Apa kabar om fahry ….
Selamat sukses yeach …….
If my problem was a Death Star, this arctile is a photon torpedo.