Posted by AMRI - Knowledge Entrepreneur in : mba , trackback

Bagian dua
Memandang hidup tidak boleh sepotong-sepotong, sebab Tuhan menciptakan apapun tidak ada yang sia-sia. Oleh karena itu, marilah kita mencari potongan-potongan kehidupan, agar hidup terasa sangat indah.
Kalau temen-temen membaca Novel Laskar Pelangi atau nonton filmnya, maka disitu akan banyak potongan-potongan hidup yang bisa dipandang dengan cara tidak sepotong-potong. Kesempatan ini, akan dicoba untuk mengambil beberapa potongan-potongan kehidupan yang tersambung menjadi sebuah keindahan dan bisa mencerahkan banyak orang.
Syahdan misalnya, anak nelayan miskin yang di Laskar Pelangi termasuk sangat tidak diperhitungkan, sebab sering melakukan kesalahan-kesalahan. Disuruh main drama sering salah, bahkan ditugasi yang paling ringanpun juga salah, bagian mengipasi putri dalam dramapun salah. Bahkan untuk membetulkan rantai sepeda saja juga tidak bisa. Kalau dalam Laskar Pelangi, Syahdan termasuk bagian repot saja, bagian umum, kalau ada acara makan-makan harus yang paling akhir dan lain sebagainya. Bahkan, ketika Laskar Pelangi membuat keputusan sesuatu, Syahdan tidak pernah dimintai pendapat.
Tapi aneh juga, syahdan ini, justru cita-citanya ingin menjadi aktor. Makanya, dengan bekal ijasah SMA, merantau ke Jakarta, melamar ke berbagai rumah produksi, dan terkatung-katung selama satu tahun. Akhirnya diterima juga jadi aktor, itupun hanya bagian figuran, misalnya jadi setan, jin atau tuyul. Juga ikut aktifitas hiburan keliling kampung, tugasnya hanya mengangkut peralatan, nyuci terpal dan beberapa aktifitas yang sangat tidak menonjol dan sebagai pelengkap saja.
Namun, Syahdan yang tidak diperhitungkan itu, tetap gigih, walaupun sempat juga frustasi sehingga keluar dari aktifitas figuran, kemudian kursus komputer. Rupanya dia menemui takdir barunya, yaitu ahli komputer. Padahal dulu, khusus menyangkut masalah teknis paling sering salah. Membetulkan rante sepeda saja nggak bisa.
Akhirnya, Syahdan menjadi ahli proggramer komputer, bahkan berkesempatan untuk short course computer network di Kyoto University Jepang. Kalau dilihat secara ekonomi, beliau sekarang, paling mapan dibanding Laskar Pelangi lainnya. Namun, lebih aneh lagi, beliau sampai sekarang masih penasaran dengan cita-cita yaitu tetap ingin menjadi aktor.
Hidup ini sangat unik, ada yang menemukan bakatnya sejak kecil, ada yang menemukan bakatnya setelah dewasa, ada yang bakatnya berkembang semakin banyak dan semuanya tumbuh subur, ada yang merasa berbakat padahal tidak berbakat, dan ada juga yang bakatnya terbawa mati, sehingga hidup tanpa prestasi.
Berani menghadapi tantangan untuk segera menemukan bakat-bakat kita sebanyak-banyaknya dan sesubur-suburnya. Atau lebih senang mengubur bakatnya bersama jasadnya!!!. Bagaimana pendapat Anda ???
Comments»
Secara spiritual kita diajarkan bahwa serahkan segala sesuatu sesuai dengan ahlinya, kalau tidak tunggulah kehancurannya. Ada makna yang sangat dahsat yaitu ahlinya bukan berarti jurusannya. Maka sayang sekali kalau kita seumur hidup bekerja sesuai dengan jurusan saja, sebab sebenarnya keahlian kita itu sangat banyak dan semuanya bisa disuburkan. Dan lebih aneh lagi kalau seseorang sampai mati tidak mempunya keahlian apapun. Selamat melanggar jurusan, semoga mendapatkan ribuan keahlian yang produktif.
Jadi tersindir..hiks..banyak cita-cita hanya di kepala, belum direalisasikan secara sempurna. Iya ya,.kayaknya harus segera keluar dari tempurung nih.(istilah aja mas,.saya mah bukan katak soalnya). Harus lebih berani melihat dunia. Harus lebih berani berbuat. Terinspirasi sekali sama tulisannya mas Amri nich. Terima kasih. (nyambung nggak mas?..kalau nggak nyambung tolong ambilkan tali ya..hehe..)
“Memandang hidup tidak boleh sepotong-sepotong, sebab Tuhan menciptakan apapun tidak ada yang sia-sia. Oleh karena itu, marilah kita mencari potongan-potongan kehidupan, agar hidup terasa sangat indah.”
hm…,indah banget kata2 ini jadi termotivasi nich untuk lebih bijak lagi dalam menyikapi hidup ini agar hidup terasa lebih indah lagi seperti indahnya sepedahan ke tangkuban…:D hehehehehe
LUAR BIASAAAAA…..
Apa kabar Erry … semoga bakat kita semua tidak dibawa mati tanpa prestasi he…he…
Om … Sakra …. potongan keindahan hidup ada dimana-mana, juga ada di Tangkuban Parahu. Karena Om Sakra dan Janji-jeri nggak jadi ke Tangkuban Parahu, dengan derai air mata, kedua ban sepedaku saya copot dan diistirahatkan dulu he..he..
Apa kabar Pak..? Ruarrr Bissa…Subhanallah… Matur Suwun Pak…
Apa kabar om Farid ……. apa kabar dengan Bakat kita semua, semakin bertambah banyak atau semakin mati, semati-matinya he..he..
KOMENTAR DARI MASAMRI.MULTIPLY.COM
anayank wrote on Oct 24
bertahun2 sempat ngantor, cuman 4 bulan saya kerja sesuai jurusan pak hehehe… alhamdulillah..malah dapat ilmu2 baru di bidang lain.
Alhamdulillah, layar perak Indonesia akhirnya mampu menangkap dan mengangkat optimisme anak bangsa.
Membaca tulisan mas, saya jadi teringat kata-kata punggawa Apple Steve Job:
…Sekali lagi, Anda tidak akan dapat merangkai titik
dengan melihat ke depan; Anda hanya bisa melakukannya dengan merenung ke belakang. Jadi, Anda harus percaya
bahwa titik-titik Anda bagaimana pun akan terangkai di masa mendatang. Anda harus percaya dengan intuisi,
takdir, jalan hidup, atau istilah apa pun lainnya. Pendekatan ini efektif dan membuat banyak
perbedaan dalam kehidupan saya.
Salam kenal mas!
Sungguh rangkaian kata yang menggugah pak…!
besok sumpah pemuda!!!
ayo pemuda-pemudi jangan sepotong-potong dan jangan ragu-ragu
saling mendoakan ya,,,
oiya laskar pelangi kita yang di nusa tenggara sedang busung lapar,, ayo bergerak!!!
Pa Mas kapan jadinya album kita??
Halo… om Tino … besok sumpah pemuda, kalau kita semua tidak berkarya banyak, nanti akan diumpahi banyak orang he..he..
Apa kabar Om Yaser …. semoga kita semua, tidak menghabiskan waktu hanya untuk menyalahkan zaman. Kasian zaman, khok disalahkan terus. Mari kita, berusaha dengan kreatif mewarnai zaman. Hooorrreeeeeeee zaman …… engkau salah satu inspirasiku
Om Febrian …….. apa kabar
MAri kita bergerak terus, biar top markotop …..
Betul sekali dengan uraian mas Amri di atas, sehingga bakat harus terus digali dan digali lagi.
Apa kabar om askari azikin …..
Ayo kita ….gali terus … bakat-bakat kita ….